April 03, 2011

tugas paper perekonomian Indonesia


KATA PENGANTAR



            Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan saya nikmat sehat sehingga saya dapat menyelesaikan makalah dari mata kuliah PEREKONOMIAN INDONESIA. Serta ucapan terimakasih kepada pihak – pihak yang telah ikut andil dalam pembuatan makalah ini:
1.      Orang Tua, segala bentuk dukungan dan materi yang telah diberikan kepada saya.
2.      Teman – Teman, yang telah memberi saran dan kritik yang dapat membangun dan dalam hal penyempurnaan makalah ini.
3.      Dosen mata kuliah Perekonomian Indonesia, Pak Dodi Arief, yang telah membimbing saya dalam pembuatan makalah ini.
Makalah ini merupakan suatu bentuk penjabaran suatu masalah yang terjadi diIndonesia terutama di bidang Perdagangan Luar Negeri. Terutama yang berhubungan dengan bahan pangan yaitu sayuran Cabai. Melihat masalah harga adalah faktor utama yang angkat dalam makalah ini.
Saya mengetahui bahwa makalh ini masih jauh dari kata sempurna. Saya berharap makalah ini dapat dipergunakan dan din manfaatkan sebagaimana mestinya. Semoga apa yang telah saya jelaskan bisa dimengerti dan maksud yang ingin saya sampaikan, dapat tersampaikan dengan baik kepada para pembaca.





                                                                                                Bekasi, Maret 2011
                                                                                                Penyusun


                                                                                                Cynthia Fibriani

DAFTAR ISI


Kata Pengantar                                                                                                                       i
Daftar Isi                                                                                                                                 ii
Bab I                                                                                                                                       1
            Latar Belakang                                                                                                            1
Bab II
            II.a. Pokok Masalah                                                                                                    2
            II.b. Landasan Teori                                                                                                   2
Bab III
            Pembahasan Masalah                                                                                                  4
Bab IV
            IV.a. Kesimpulan                                                                                                        7
             IV.b. Saran                                                                                                                 7
Daftar Pustaka                                                                                                                               8 


BAB I
LATAR BELAKANG


            Kita mengetahui bahwa Indonesia sering melakukan transaksi dengan negara-negara lain atau yang kita sering dengar dengan sebutan “perdagangan luar negeri”. Sebagai suatu negara, Indonesia perlu melakukan hal ini untuk dapat pula memajukan perekonomian Indonesia. Indonesia dapat dikatakan sebagai salah satu negara yang memiliki sumber daya alam dan kekayaan yang melimpah. Oleh karena itu Indonesia selalu melakukan ekspor dan impor untuk memanfaatkan sumber daya Indonesia serta meningkatkan pendapatan negara. Banyak komoditi barang yang di ekspor / di impor dari Indonesia. Di antaranya rempah-rempah, tekstil, hasil pangan, dan masih banyak lagi.
            Sehubungan dengan masalah itu, seperti yang telah kita ketahui bahwa harga bahan makanan terutama sayuran sedang mengalami peningkatan yang cukup signifikan di Indonesia. Terurama untuk sayuran yang satu ini, “Cabai”. Salah satu jenis sayuran yang berbentuk kecil, berwarna merah dan merupakan salah satu yang bisa dikatakan sebagai bahan pokok makanan rakyat Indonesia karena rasa pedasnya yang dapat membuat pengkonsumsi nya “merem melek” ini sedang mencapai puncak harga nya pada awal tahun 2011. Sayuran yang memiliki rasa pedas ini sedang menjadi sesuatu barang yang bisa dikatakan sebagai “artis”, yang bila kita menginginkannya harus merogoh kocek yang cukup dalam. Sayuran berwarna merah ini mempunyai banyak ragam, dari mulai cabai keriting, cabai rawit, cabai rawit merah, yang mempunyai harga beragam.
            Kita juga mengetahui bahwa pada saat ini, dimana harga cabai sedang meningkat, bukan hanya bersumber dari cabai lokal saja, namun cabai impor pun telah masuk ke Indonesia. Dan yang tidak kita sadari bhawa harga dari cabai impor lebih murah dari pada cabai lokal. Ini tentu saja menimbulkan pertanyaan dalam benak kita. Mengapa harga cabai di indonesia bisa menjadi lebih mahal daripada harga cabai impor?. Ini tentu saja akan mempengaruhi permintaan cabai lokal. Karena mengingat tingkat perekonomian rakyat indonesia bisa dikatakan masih rendah, tentu saja rakyat Indonesia akan lebih meminatkan daya belinya kepada barang dengan harga relatif lebih murah. Walaupun isu yang beredar menyebutkan bahwa cabai impor tidak lebih pedas dari cabai lokal, tetapi tetap saja sukses di pasar Indonesia.
            Dalam makalah ini, saya akan membahas mengapa harga cabai lokal lebih mahal dibandingkan harga cabai impor?. Dan kita akan melihat bagaimana pengaruhnya terhadap pendapatan dan perekonomian petani Indonesia?.


BAB II
MASALAH


a.       Apa yang menyebabkan harga cabai lokal lebih mahal dibandingkan harga cabai impor?
b.      Apa pengaruhnya terhadap perekonomian di Indonesia?
c.       Apa yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi masalah lonjaknya harga cabai?


II.a. Landasan Teori
»        Hukum Permintaan barang
Apabila HARGA barang NAIK, maka jumlah BARANG yang DIMINTA akan TURUN
Sebaliknya, apabila HARGA barang TURUN, maka jumlah BARANG yang DIMINTA akan NAIK.
»        Hukum Penawaran Barang
Apabila HARGA barang NAIK, maka jumlah BARANG yang DITAWARKAN akan NAIK pula.
Sebaliknya, apabila HARGA barang TURUN, maka jumlah BARANG yang DITAWARKAN akan TURUN.

Berikut adalah cara penetapan landasan teori yang saya gunakan;














KURVA PERMINTAAN                                                      KURVA PENAWARAN
           
            P                                                                                    P
P1                                                                                 P2                                                                                                                                                                                                                                                                                
                                                                                   



P3
P1                                                                                 P1
                                        Q                                                                                    Q 
Q2        Q3        Q1                                                            Q1           Q3        Q2

Keterangan:
P = Price ( Harga )                                                    Q = Quantity ( Jumlah Barang )
·         Pada Kurva Permintaan, saat harga (p) berada pada posisi normal atau posisi P1 , maka jumlah barang (q) yang diminta adalah sebanyak Q1.
·         Pada saat harga mengalami kenaikan atau bergeser menjadi P2, maka jumlah barang yang diminta akan turun atau bergeser pada posisi Q2.
·         Pada saat harga mengalami penurunan kembali atau bergeser menjadi P3, maka jumlah barang akan mengalami peningkatan kembali atau bergeser pada posisi Q3.
·         Pada Kurva Penawaran, saat harga (p) berada pada posisi normal atau posisi P1, maka jumlah barang yang ditawarkan adalah sebanyak P1.
·         Pada saat harga mengalami kenaikan atau bergeser menjadi P2, maka jumlah barang yang ditawarkan akan mengalami kenaikkan atau bergeser pada posisi Q2.
·         Pada saat harga mengalami penurunan atau bergeser menjadi P3, maka jumlah barang yang ditawarkan pun akan mengalami penurunan atau bergeser pada posisi Q3.














BAB III
PEMBAHASAN



            Dalam bab ini, saya akan mencoba menjelaskan mengenai segala sesuatu tentang cabai. Seperti yang telah kita tahu bahwa harga cabai sedang melonjak tinggi. Tentu ini telah menjadi pertanyaan yang besar dalam benak rakyat indonesia. Apa yang sebenarnya terjadi dengan harga cabai di Indonesia? Apa yang menjadi faktor kenaikan harga cabai lokal? Apakah masuknya cabai lokal ke Indonesia mempengaruhi penjualan cabai lokal? Apa pengaruhnya terhadap perekonomian Indonesia?

III.a. Faktor – Faktor Yang Dianggap Sebagai Pemicu Kenaikan Harga Cabai Di Indonesia.

            Kita mengetahui bahwa apabila ada akibat, pasti ada sebab di belakang semua ini. Kita akan melihat beberapa faktor yang memicu kenaikan harga cabai di Indonesia.
            Menurut Hasannudin Ibrahim, Direktur Jenderal Hortikultura, permasalahan tingginya harga cabai yang terjadi di Indonesia hanya terjadi pada para pedagang saja, sedangkan pada petani, hanya sekitar Rp. 20.000,00 per kilogram nya.
            Menurut beliau, ada empat faktor yang memicu naiknya harga cabai pada saat sampai pada tangan pedagang, diantaranya;
a.       Tanaman cabai merupakan komoditas barang yang cepat membusuk jika terkena hujan terus menerus.
b.      Biaya transportasi menjadi sangat mahal pada saat musim hujan karena terjebak kemacetan dan resiko yang cukup tinggi dalam hal keselamatan.
c.       Bunga bank yang relatif tinggi hingga petani cabai sulit untuk mendapatkan modal.
d.      Maraknya pungutan liar dalam proses pengiriman cabai ke tangan pedagang sehingga membuat harga nya semakin mahal.
Kepala Badan Pusat Statistik ( BPS ), Rusman Heriawan pun mengemukakan pendapatnya tentang kenaikkan harga cabai di Indonesia. Beliau mengemukakan bahwa kenaikkan harga cabai dikarenakan anomali musim, yang menyebabkan produktifitas cabai menurun, seperti kurangnya sinar matahari, busuk, ada penyakit jamur, kuning, dan patek.
Disini kita bisa menyimpulkan bahwa faktor cuaca adalah faktor yang paling mempengaruhi kenaikkan harga cabai di Indonesia. Cuaca yang tidak menentu, membuat para petani bingung. Pada awal tahun 2010, BMKG mengemukakan bahwa pada bulan April akan terjadi musim kemarau, padahal kenyatanya musim hujan yang datang. Lalu memberi prediksi lagi bahwa bulan Juli akan menjadi musim kemarau, namun pada kenyataannya yang datang adalah musim hujan. Oleh karena itu para petani cabai menanam tanaman hortikultura dan palawija seperti cabai dan bawang yang tentunya tidak bisa dihasilkan secara optimal pada saat musim hujan.

III.b. Perbandingan harga cabai lokal dan cabai impor.
Berikut adalah perbandingan harga cabai lokal dengan harga cabai impor yang sudah saya rangkum dari beberapa sumber.
Cabai Lokal
Cabai Impor
 Cabai Merah Besar
Rp90.000
Cabai Merah Besar
Rp45.000
Cabai rawit merah
Rp85.000
Cabai rawit merah
Rp50.000

            Dari sini kita dapat melihat bahwa perbandingan harga cabai di Indonesia denga harga cabai impor cukup jauh berbeda. Bahkan mencapai perbandingan sebesar 50%. Walaupun beberapa masyarakat mengatakan bahwa rasa pedas cabai impor tidak lebih pedas dari cabai lokal, namun pada kenyataannya, cabai impor sukses meraja lela di pasar lokal.
            Perlu diketahui disini, bahwa pada saat ini pasokan cabai impor yang masuk dalam pasar tradisional adalah sebanyak 15 ton per harinya. Bayangkan bahwa sebanyak itukah cabai impor yang masuk setiap harinya ke pasar tradisional. Ini tentu saja akan membuat permintaan akan cabai lokal akan menurun drastis.

III. c. Akibat Yang Terjadi.
a.       Permintaan akan cabai lokal akan menurun drastis.
b.      Petani cabai akan terus mengalami kerugian karena cuaca ekstrim yang sedang terjadi di Indonesia.
c.       Penawaran akan barang cabai yang semakin tinggi, tidak diimbangi dengan permintaan dan minat para pembelinya, yang akan membuat penumpukan cabai dan pembuangan secara sia-sia karena cabai termasuk komoditi barang yang mudah busuk.
d.      Pendapatan petani yang akan terus menurun.

III.d. Langkah-Langkah dan Usaha-Usaha Penyelesaian Masalah
            Pada permasalahan ini, saya akan mencoba untuk menganalisis usaha-usaha apa saja yang dapat sekiranya mengurani atau bahkan mengatasi permasalahan ini. Berikut adalah pendapat dari Hasanudin Ibrahim, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, dia mengemukakan bahwa untuk menjamin produksi cabai agar dapat mencapai target, dia menyiapkan beberapa langkah, yaitu;
a.       Melakukan kerja sama dengan swasta untuk membangun “ Cold Storage ”, sebuah ruangan pendingin agar kesegaran cabai tetap terjaga dan tahan lama sehingga tidak mudah busuk.
b.      Membuat “ Shading Net ”, sebuah tenda naungan untuk melindungi tanaman cabai dari curah hujan yang tinggi.
c.       Menggalakkan program penanaman cabai di pekarangan, yang ditujukkan kepada ibu-ibu rumah tangga agar intensitas curah hujan yang diterima dapat diatur.
Selain itu, pemerintah juga harus memulai merencanakan beberapa langkah agar permasalahan ini dapat diatasi, yaitu
a.       Melakukan “terjun lapangan”, agar pemerintah dapat melihat langsung keadaan yang sebenarnya tejadi.
b.      Melakukan pendekatan dan konsultasi dengan para petani cabai agar dapat mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan cabai gagal panen.
c.       Melakuakan investigasi pasar, agar pemerintah dapat menganalisa perbedaan harga cabai pedagang dengan harga cabai petani.
d.      Menyiapkan pembasmi hama yang dapat dijual kepada para petani untuk menekan jumlah hama dan penyakit pada tanaman cabai.
e.       Memperketat pengawasan terhadap biaya transportasi pengiriman cabe dari daerah, agar tidak terjadi pungutan liar yang dapat menaikkan harga cabai pada saat sampai ke tangan pedagang.
f.       Tidak menetapkan suku bunga yang terlalu tinggi, yang dapat menyebabkan investasi petani cabai menurun, sehingga penyimpanan untuk masa yang akan datang tidak ada, dan tidak akan meningkatkan pendapatan nasional Indonesia.
g.      Pemerintah dapat membatasi pemasukkan cabai impor, agar dapat memberi kesempatan pada para petani untuk mengoptimalkan penjualan cabainya.















BAB IV
PENUTUP




IV. a. Kesimpulan
            Apabila harga cabai relatif lebih mahal / naik, maka akan berdampak pada penurunan daya beli dan permintaan akan barang tersebut menjadi turun. Dan sebaliknya bila harga suatu barang relatif murah / turun, maka akan berdampak pada peningkatan daya beli dan permintaan akan barang tersebut menjadi naik pula. Namun lain halnya dengan penawaran, apabila harga cabai sedang naik, maka akan meningkatnya pula penawaran akan barang tersebut. Dan sebaliknya jika harga barang sedang turun, maka akan menurunnya pula penawaran akan barang tersebut.
            Pemicu kenaikkan harga cabai disebabkan oleh faktor cuaca yang ekstrim di Indonesia. Oleh sebab itu, harga cabai impor yang relatif lebih murah dapat menarik daya beli masyarakat Indonesia yang tingkat perekonomiannya masih dibilang rendah. Dengan masuknya cabai impor ke Indonesia, maka akan sangat berpengaruh pada pendapatan serta permintaan akan barang cabai ini. Jika Indonesia terus mengalami keadaan seperti ini, maka petani cabai akan mengalami kerugian karena mengingat bahwa cabai adalah kopmoditas barang yang mudah busuk.
            Namun semuanya tergantung pada tingkat kebutuhan masyarakat akan barang tersebut. Dan segalanya itu terlepas dari faktor apa saja yang mempengaruhi naik / turunnya harga dari suatu barang.



IV. b. Saran
            Untuk pemerintah Indonesia, sebaiknya segera mengambil suatu tindakan yang bijak, lakukan turun lapangan dan melihat keadaan serta kondisi sebenarnya. Dengan begitu, pemerintah dapat mengetahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi harga cabai sampai pada saat ini.
Dan tidak membiarkan produk impor lebih menguasai pasar nasional dibandingkan dengan produk nasionalnya itu sendiri, karena seperti yang kita ketahui, bahwa masih banyak rakyat Indonesia yang menggantungkan kehidupannya pada bidang pertanian.






DAFTAR PUSTAKA


Ø  Pos Kota News
Ø  Review of Indonesian and Malaysian Affair ( RIMA News ).
Ø  Berita Indonesia ( Ekonomi ).
                                                                                                                                

Desember 02, 2010

lirik lagu avril lavigne - when you're gone

Avril lavigne
When you’re gone

I always needed time on my own
I never thought i’d need you ther when i cry
And the days feel like years when i’m alone
And the bed when you lie is made up on your side
( @ ) When you walk away
I count the step that you take
Do you see how much i need you right now???
## When you’re gone, the pieces of my heart are missing you...
When you’re gone, the face i came to know is missing too
When you’re gone all the words i need to hear to always get me through the day
And make it OK, i miss you....

I have never felt this way before
Everything what i do, reminds me of you
And the clothes you left, they lie on my floor
And they smell just like you
I love the things that you do....
( back to @, back to ## )
We were made for each other, out here forever, i know we werw, ( yeah...yeah...)
All i ever wanted was for you to know, everything i do i give my heart and soul
I can hardly breathe, i need to feel you here with me.... ( yeaahh... )

November 27, 2010

pengantar bisnis tugas kelompok

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat TUHAN Yang Maha Esa, karena berkat Rahmat dan Karunia- Nya, kami telah dapat menyelesaikan tugas kami dalam membuat makalah untuk mata kuliah Pengantar Bisnis. Makalah ini kami susun dengan terjun langsung ke lapangan untuk mengamati keadaan sebenarnya. Makalah ini berisi tentang bagaimana kegiatan perusahaan, khususnya dalam kegiatan produksi menghasilkan suatu barang. kami juga telah mencantumkan proses, bagian-bagian dari perusahaan yang berperan dalam kegiatan produksi, dan cara perusahaan mendistribusikannya.
Tak lupa, kami juga ingin berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, yang berbentuk materi maupun non materi. Kami berterimakasih kepada khusunya Tuhan Yang Maha Esa, orang tua, karyawan-karyawan PT. JHHP, serta kepada Bapak Zuhad Incyaudin selaku dosen mata kuliah Pengantar Bisnis yang telah memberikan tugas ini, sehingga kami mengetahui tentang kegiatan perusahaan khususnya dalam kegiatan proses produksi.
Kami mengetahui bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan saran dan kritik yang obyektif dan dapat membantu kami untuk lebih berusaha menyempurnakan makalah ini. Dan kami mengharapkan makalah ini dapat bermanfaat sebagaimana mestinya.

Jakarta, 22 November 2010

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.... 1
1.2 Tujuan............................................................................. 2
1.2.1 Tujuan khusus........................................................... 2
1.2.2 Tujuan umum 2

BAB II PEMBAHASAN
2.1. Pengenalan Perusahaan…………………..…………………... 3
2.2 Kegiatan Perusahaan………………………………………… 3
2.3 Bentuk Organisasi Perusahaan…………………….………… 4
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan 6
3.2 Kritik & Saran…………………………………………………. 6
DAFTAR PUSTAKA 7
LAMPIRAN – LAMPIRAN……………………………………………… 8



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Sesuai dengan materi mata kuliah Pengantar Bisnis 1, yaitu tentang proses produksi. Mengingat bahwa produksi itu adalah salah satu hal terpenting bagi perusahaan terutama bagi perusahaan manufaktur. Produksi merupakan jantung dari perusahaan. Dimana apabila proses produksi ini tidak berjalan, maka matilah perusahaan tersebut karena tidak ada produk yang dihasilkan dan secara otomatis tidak akan ada penghasilan bahkan keuntungan.
Kami juga mengingat bahwa kemajuan perusahaan amat penting untuk membangun ekonomi negara. Karena penghasilan dari dalam negeri juga akan turut mengembangkan pendapatan negara. Selain itu, kami juga ingin mengetahui sebagaimana jauhnya cara yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengembangkan usahanya dalam berpartisipasi meningkatkan penghasilan negara terutama dari proses produksinya.
Indonesia saat ini sedang mengalami masalah dalam bidang ekonomi. Entah di ibu kota bahkan didaerah sekalipun. Mengingat bahwa akibat bencana alam yang sering terjadi akhir-akhir ini, telah menghancurkan fasilitas-fasilitas negara dan kita pun harus menanggung kerugiannya. Oleh karena itu, menurut kami, perusahaan manufaktur juga dapat membantu pengembalian kembali fasilitas-fasilitas negara, dengan cara menghasilkan produk yang akan mendatangkan pajak yang dibayarkan ke negara, dan dari negara akan dilakukan pembangunan kembali fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan.




1.2 TUJUAN
1.2.1 Tujuan Khusus
 Memenuhi nilai tugas mata kuliah Pengantar Bisnis.
 Mendapatkan nilai tambah dari mata kuliah Pengantar Bisnis.
1.2.2 Tujuan Umum
 Mengetahui bagaimana suatu perusahaan melakukan proses produksi.
 Mengetahui bagaimana cara perusahaan menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam proses produksi.
 Menambah pengetahuan untuk bekal pada saat telah memasuki masa kerja.












BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGENALAN PERUSAHAAN
PT. JOHNSON HOME HYGIENE PRODUCTS, beralamat di gedung Mid Plaza, lantai 16-17, Jalan Jendral Sudirman Kav 10-11,Jakarta 10220, Indonesia. Perusahaan ini merupakan perusahaan akusisi dari perusahaan BAYER AG oleh SC JOHNSON pada tahun 2003. Perusahaan ini didirikan berdasarkan produk unit bisnis. Perusahaan ini memfokuskan pada pengembangan produk konsumen. PT. JOHNSON HOME HYGIIENE adalah perusahaan yang mempunyai beberapa kelompok, yaitu:
 JHHP Head Office – Mid Plaza, Jakarta
Berperan sebagai kepala dari semua kelompok JHHP serta pengatur kelompok JHHP.
 Factory JHHP I – Pulo Gadung, Jakarta
Berperan sebagai pembuat formula, pengisian, pengemasan, produksi, dan menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam proses produksi rumah tangga.
 Factory JHHP II – PT Walet Kencana Perkasa, Surabaya
Berperan sebagai penyedia bahan baku unutk produk pembasmi nyamuk.
 Factory JHHP III – PT. Inti Perkasa Kimiatama , Medan
Berperan sebagai pembuat, pengolah dan memasarkan obat pembasmi nyamuk.
 JHHP Distribution Company – PT. Ultramos Jaya, Jakarta
Bertugas sebagai pendistribusi produk.

2.2 KEGIATAN PERUSAHAAN
JHHP mempunyai beberapa distribution chanel dibeberapa daerah di setiap provinsi sehingga proses distribusinya langsung ke mereka dengan cara darat dan laut.
Distribution chanel yang bekerjasama dengan PT.JHHP ada dua kelompok yaitu Lokal dan Interlokal. Contohnya ada beberapa di daerah Jakarta yang dapat langsung didistribusikanya ke modern trade seperti carefour, hypermarket, hero, termasuk untuk penjualan kepasar PT.JHHP harus langsung melalui distribution chanel.
Bentuk kerjasama yang terdapat di PT.JHHP yaitu bekerjasama dengan vendor-vendor dan customers yang sebelumnya sudah ditetapkan. Vendor-vendor dan customers tersebut meliputi kegiatan produksi dan non produksi.
Proses produksi yang dilakukan oleh PT.JHHP yang pertama ialah membuat raw material di pabrik yang terdapat di medan yaitu PT.INTI PERKASA KIMIATAMA. Selanjutnya dengan formula yang sudah ditetapkan secara global dan sudah melalui proses SAP serta sudah melewati tahap packing maka produk tersebut sudah bisa dan layak untuk dijual.

2.3 BENTUK ORGANISASI PERUSAHAAN







Keterangan :
• Managing Director :
- bertanggung jawab atas kepemimpinan perusahaan, strategi yang ditetapkan, badan hukum dan pemerintah perwakilan dengan pihak luar.
• Sales :
- untuk merencanakan, mengkoordinasikan, memimpin dan mengendalikan semua operasi jaringan di Indonesia.
- untuk memilih, melatih, mengembangkan dan mengawasi semua distributor dan tim penjualan mereka.
• Marketing :
- untuk mengelola, membangun dan mengembangkan merek dan rencana pemasaran untuk mencapai tujuan perusahaan.
• Finance :
- untuk mengelola, mengendalikan, memastikan semua kegiatan dan masalah keuangan perusahaan sesuai dengan hukum yang berlaku.
• Operations :
- untuk memimpin dan mengatur semua aspek operasi.
- untuk mengirim permintaan dengan kualitas produksi dan harga kualitas.
- untuk menjaga keselamatan dan standar lingkungan berdasarkan peraturan


• HRD :
- untuk merencanakan, mengatur, mengelola, mengendalikan dan mengkoordinasikan semua kegiatan calon karyawan hrd, seperti seleksi, pelatihan dan pengembangan karyawan, produktivitas tenaga kerja, keselamatan dan jasa pendukung kepada karyawan.
- untuk memastikan penggunaan dan atau administrasi tenaga kerja dan sumber daya untuk berjalan efektif dan sesuai dengan kebijakan standar, hukum dan etika.
- untuk mengembangkan strategi dan melaksanakan kebijakan dan program untuk memaksimalkan kontribusi karyawan dalam tujuan bisnis








BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Perusahaan yang bergerak di bidang industri, atau bisa dikatakan yang melakukan proses produksi untuk menghasilkan suatu produk atau barang, bisa menambah ekonomi bangsa dengan pajak dari setiap produknya. Tidak hanya itu, produksi juga tidak terlepas dari peran beberapa bagian dalam perusahaan. Dari mulai bagian penjualan, keuangan, pemasaran, operasional, sampai di bagian HRD. Semua bagian itu akan terkait untuk membangun suatu proses produksi dalam suatu perusahaan. Dan tentu saja, perusahaan industri membutuhkan beberapa peran dari perusahaan lain untuk dapat membantu menjalankan kegiatan produksi tersebut.
3.2 Kritik dan Saran
Dari penyusunan makalah ini, kami juga membutuhkan kritik dari pembaca. Kritik tersebut kami harapkan bersifat obyektif dan membangun, sehingga kami dapat mengoreksi kekurangan-kekurangan dalam penyusunan makalah ini.
Kami juga menyarankan kepada pembaca untuk dapat menggunakan dan memanfaatkan makalah kami ini sebaik-baiknya dan sebagaimana mestinya. Dengan begitu, kami dan pembaca dapat melakukan hubungan timbal balik dan komunikasi dua arah.








DAFTAR PUSTAKA

 www.scjohnson.com
















LAMPIRAN – LAMPIRAN
LOGO PRODUK-PRODUK PT. JHHP
HOME CLEANING

AIR CARE

PEST CONTROL

HOME STORAGE PRODUCTS

AUTO CARE PRODUCTS

FOTO BERSAMA KARYAWAN JHHP

Indonesi Berduka ( tulisan )

INDONESIA BERDUKA

Semakin banyak penderitaan yang dialami oleh Indonesia. Ibu pertiwi menangis lagi. Bencana yang diawali dari banjir bandang di Wasior, Papua, ditambah Tsunami yang lagi-lagi terjadi di Mentawai, dan yang baru-baru ini terjadi adalah Meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta. Apa yang seharusnya dapat kita lakukan untuk menolong bangsa Indonesia kita ini???
Kesedihan pun tambah terasa saat salah satu berita di televisi mengatakan bahwa saat terjadinya bencana di Indonesia, pemerintah sedang asyik-asyiknya berlibur ke luar negeri, yang menambah penderitaan korban-korban bencana. Apakah yang sebenarnya di pikirkan oleh pemerintah kita sekarang??? Mereka seakan lepas tangan, hal ini juga dibuktikan dengan ketidak sigapan pemerintah dalam menangani bencana, seperti persediaan makanan, dan obat-obatan. Sampai-sampai, harus orang-orang biasa saja, yang tidak mempunyai jabatan yang mau menolong dengan membuatkan mereka makan siang. Bahkan, sampai ada warga yang mau menyediakan rumah mereka sebagai posko bantuan pengungsian para korban. Mereka semua ikhlas karena rasa iba dan solidaritas sebagai sesama manusia.
Sungguh sebuah fenomena yang aneh menurut saya. Pada saat Indonesia sedang berduka, pemerintah masih asyik memperebutkan posisi jabatan. Seperti yang terjadi di suatu profinsi di Indonesia, yang terlibat adu argumentasi sampai ingin bermain fisik, hanya untuk memperebutkan kursi jabatan. Belum lagi isu-isu pembangunan gedung DPR yang baru yang akan menghabiskan uang negara bermilyar-milyar. Padahal, gedung DPR yang lama masih layak pakai. Apa lagi yang kurang dari fasilitas yang diberikan oleh negara kepada para pejabat negara itu???
Sedangkan kinerja mereka belum menunjukkan hasil “baik”. Kemiskinan masih ada dimana-mana. Bayangkan jika uang bermilyar-milyar itu digunakan untuk membangun lapangan kerja untuk para pengangguran. Dan untuk memeberikan setidaknya santunan kepada para kepala keluarga di beberapa daerah??? Saya fikir itu akan lebih bermanfaat ketimbang membangun sesuatu yang belim jelas kegunaannya. Apa kita tahu, bila pemerintah mambangun gedung DPR yang baru, akan menambahkan kinerja para pejabat pemerintah??? Apakan para anggota yang “tidur” saat rapat digelar di “rumah DPR “ itu akan berkurang??? Semua hal itu tidak pasti.
Sebenarnya, bencana-bencana yang terjadi di Indonesia merupakan “tamparan” untuk pemerintah. Bagaimana mereka bisa mengatasi bencana-bencana dengan baik. Bukan malah menyalahkan mereka yang tinggal di sekitar lokasi bencana. Semua orang tidak tahu apa yang akan terjadi di dunia.
Selain Gunung Merapi, akhir-akhir ini diberitakan bahwa gunung-gunung yang lain juga ikut beraktivitas mengeluarkan awan panas dan lahar dingin. Salah satunya adalah Gunung Bromo. Satusnya kini telah berganti dari waspada menjadi awas. Walaupun para warga dan wisatawan belum mau dievakuasi, tetapi bisa saja suatu saat, dekat atau tidak, Gunung Bromo akan meletus. Dan kita pasti berharap bahwa bencana ini tidak terjadi seperti Gunung Merapi. Nah, kita akan melihat perkembangan penanganan pemerintah terhadap bencana-bencana selanjutnya.

November 26, 2010

bab 7 pengantar bisnis

BAB 7
PEMASARAN

PENGERTIAN PEMASARAN DAN KONSEP PEMASARAN
PENGERTIAN PEMASARAN
Kenyataannya, pemasaran merupakan konsep yang menyeluruh dari pengertian tentang: penjualan; perdagangan; dab distribusi. Menurut gambaran William J. Pemasaran adalah sistem dari keseluruhan kegiatan usaha yang meliputi perencanaan, penentuan harga, promosi dan pendistribusian barang dan jasa untuk pemuasan kebutuhan manusia atau pembeli yang ada maupun yang potensial. Dapat diketahui dari definisi tersebut bahwa pemasaran sudah terjadi jauh dari sebeblum barang diproduksi.
PENCIPTAAN FAEDAH BAGI KONSUMEN
Pemasaran adala termasuk suatu kegiatan yang akan menciptakan suatu nilai ekonomi. Sedangkan nilai ekonomi akan menentukan harga barang dan jasa. Selain pemasaran, masih ada kegiatan-kegiatan yang akan menciptakan nilai ekonomi, diantaranya; produksi ( pembuatan barang ) dan konsumsi ( penggunaan barang ). Dalam perekonomian jaman sekarang, suatu perusahaan harus memiliki faedah, yaitu kekuatan dari suatu produk atau jasa untuk memuaskan kebutuhan. Perusahaan dapat menciptakan 5 faedah, diantaranya; faedah bentuk (form utility), faedah waktu (time utility), faedah tempat (place utility), faedah milik (ownership utility), dan faedah informasi (information utility).
Dari kelima faedah tersebut, pemasaran dapat membentuk 4 faedah, yaitu faedah waktu, tempat, milik, dan informasi. Sedangkan faedah bentuk dibentuk oleh kegiatan produksi.
KONSEP PEMASARAN
Marketing Concept merupakan falsafah perusahaan yang menyatakan bahwa pemasaran keinginan adalah syarat utama bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan. Perusahaan yang menganut konsep pemasaran ini tidak hanya sekedar menjual, tetapi perusahaan juga harus memperhatikan konsumen serta kebutuhannya. Secara definitif, Konsep Pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.
PENDEKATAN STUDI PEMASARAN
Pendekatan yang dapat dipelajari dalam pemasaran; pendekatan serba fungsi (functional approach), serba lembaga (institutional approach), serba baranag (commodity approach), serba manajemen (managerial approach), serba sistem (total system approach).
1. Pendekatan Serba Fungsi
Jumlah dan macam fungsi ini tergantung pada macam produk dan kebiasaan dalam perdagangan. Fungsi pokok pemasaran; penjualan, pembelian, pengangkutan, penyimpanan, pembelanjaan, penanggungan resiko, standarsisasi dan grading, dan pengumpulan informasi pasar. Dan dari kedelapan fungsi tersebut dapat dikelompokkan kedalam tiga macam fungsi; fungsi pertukaran (pembelian dan penjualan), fungsi penyediaan fisik (pengangkutan dan penyimpanan), fungsi penunjang (pembelanjaan, penanggungan resiko, standardisasi dan grading, serta pengumpulan informasi pasar.
PENDEKATAN SERBA LEMBAGA
Mempelajari tentang pemasaran dari segi organisasi/lembaga yang terlibat dalam kegiatan usaha, diantaranya; penyedia bahan/supplier, produsen, perantara pedagang, perantara agen, perusahaan saingan, pembeli akhir.
PENDEKATAN SERBA BARANG
Disebut juga pendekatan organisasi industri yang melibatkan tentang studi tentang bagaimana barang-barang tertentu berpindah dari titik produksi ke titik konsumen akhir atau konsumen industri.
PENDEKATAN SERBA MANAJEMEN
Menitik beratkan pada pendapat manajer serta keputusan yang mereka ambil. Disini pemasaran ditinjau sebagai suatu kerangka yang terdiri dari variabel yang dapat dikontrol seperti produk, harga, dan promosi. Atau bisa juga variabel lingkungan. Jadi, pendekatan ini menekankan pada masalah-masalah yang dihadapi oleh produsen.
PENDEKATAN SERBA SISTEM
Adapun yang disebut dengan sistem pemasaran; yaitu kumpulan lembaga yang melakukan tugas pemasaran, barang, jasa, ide, orang dan faktor-faktor lingkungan yang yang saling memberikan pengaruh antara perusahaan dengan pasarnya. Dalam bentuk sederhana, elemen yang saling berinteraksi dalam sistem pemasaran adalah organisasi pemasaran dan pasar yang ditujunya.
STRUKTUR ORGANISASI PEMASARAN
Pemasaran dipegang oleh seorang manajer, yang kebanyakan bertanggung jawab pada direktur perusahaan. Dan terdapat sub-sub bagian yang dibawahi oleh manajer pemasaran diantaranya: 1. Sub bagian perencanaan pemasaran dan pelayanan staf penunjang yang bertanggung jawab terhadap masalah-masalah; perencanaan dan perdagangan, periklanan, riset pemasaran, dll. Sedangkan yang ke 2. Sub bagian penjualan umum, yang bertanggung jawab dalam masalah penjualan lapangan dan kegiatan kantor penjualan

PASAR
PENGERTIAN PASAR
Pasar dapat dianggap suatu tempat terjadinya transaksi antara penjual dan pembeli. Definisi pasar menurut W.J. Stanton adalah orang-orang yang memeliki keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja, dan kemauan untuk membelanjakannya. Tiga unsur penting yang terdapat dalam pasar; orang, daya beli, dan kemauan.
MACAM-MACAM PASAR
Pada pokoknya, pasar dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu;
1. Pasar Konsumen; dimana para pembeli barang yang dimaksudkan untuk dikonsumsikan.
2. Pasar Industri; individu-individu dan lembaga yang membeli barang untuk dipakai lagi untuk memproduksi barang lain yang akan dijual.
3. Pasar Penjual; dimana para pembeli yang dimaksudkan untuk untuk dijual atau disewakan kembali.
4. Pasar Pemerintah; dimana terdapat lembaga-lembaga pemerintahan.

SEGMENTASI PASAR
Adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari satu produk kedalam satuan-satuan pasar yang bersifat homogen.
MARKETING MIX DAN PRODUK
PENGERTIAN MARKETING MIX
Dalam pemasaran, terdapat keputusan-keputusan yang dapat dikelompokkan kedalam 4 strategi; strategi produk, strategi harga, strategi distribusi, dan strategi promosi, yang akan membentuk Marketing Mix yaitu kombinasi dari keempat strategi tersebut yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan.
PENGERTIAN BARANG
Barang /Produk adalah suatu sifat yang kompleks baik dapat diraba maupun tidak yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan dan kebutuhannya.
PENGGOLONGAN BARANG MENURUT TINGKAT PEMAKAIAN DAN KEKONGKRITANNYA
1. Barang Tahan Lama (Durable Goods); barang-barang yang dapat dipakai berkali-kali dan dalam jangka waktu yang lama.
2. Barang Tidak Tahan Lama (Nondurable Goods); barang-barang yang hanya dapat dipakai satu kali saja dan dipakai dalam jangka waktu yang relatif sedikit.
3. Jasa; kegiatan, manfaat, atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual.

PENGGOLONGAN BARANG MENURUT TUJUAN PEMAKAINYA
1. Barang Konsumsi; barang-barang yang dibeli untuk dikonsumsi. Yang dapat digolongkan kedalam; barang konveniein, barang shopping,barang spesial.
2. Barang Industri; barangt-barang yang dibeli dan untuk diproses lagi untuk dapat menghasilkan barang yang baru. Barang industri dapat dibedakan lagi menjadi; bahan baku, komponen dan barang setengah jaid, perlengkapan operasi, instalasi, peralatan ekstra.

SIKLUS KEHIDUPAN BARANG (PRODUCT LIFE CYCLE)
Siklus kehidupan barang terdiri atas lima tahap diantaranya; tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan dan kejenuhan, sereta tahap kemunduran.
1. Tahap Perkenalan; barang mulai dipasarkan.
2. Tahap Pertumbuhan; kurve penjualan semakin meningkat dengan cepat karena permintaan yang meningkat.
3. Tahap Kedewasaan dan Kejenuhan; penjualan tetap meningkat namun pada waktu berikutnya cenderung turun.
4. Tahap Kemunduran; penjualan semakin menurun serta labanya dan cenderung mengalami kerugian.
MERK
Brand atau Merk adalah suatu nama, istilah atau disain rancangan atau kombinasinya yang dimaksudkan untuk memberi tanda pengenal barang serta untuk membedakan dari barang-barang yang dihasilkan oleh para pesaing.
SALURAN PEMASARAN
PENGERTIAN SALURAN DISTRIBUSI
Saluran distribusi untuk suatu barang adalah saluran yang dipakai oleh produsen untuk menyalurkan barang sampai pada konsumen. Adapun lembaga yang ikut andil dalam kegiatan saluran distribusi ini; produsen, perantara, dan konsumen akhir atau pemakai industri.
ALTERNATIF SALURAN DISTRIBUSI UNTUK BARANG KONSUMSI DAN BARANG INDUSTRI
Ada beberapa saluran distribusi yang dapat digunakan untuk menyalurkan barang, pakai perantara maupun tidak. Perantara adalah adalah individu lembaga bisnis yang beroperasi diantara produsen dan konsumen. Adapun macam-macam perantara yang ada adalah; pedagang besar, pengecer, agen. Adapun perbedaan saluran distribusi, diantaranya; saluran 1 sampai dengan saluran sembilan. Dimana setiap saluran mempunyai perbedaan menurut panjang kegiatan salurannya serta perantaranya.
SALURAN DISTRIBUSI GANDA
Faktor-faktor yang dapat menimbulkan masalah dalak hal saluran distribusi, diantaranya; jenis barang yang dipasarkan, produsen yang menghasilkan produk, penyalur barang, dan pasar yang dituju.
Suatu perusahaan akan mencapai pasar yang berbeda, apabila mereka menjual; barang yang sama atau barang yang tidak ada kaitannya sama sekali.
PERANTARA SALURAN
Jenis-jenis perantara;
1. Pedagang Besar; pedagang besar dengan fungsi penuh ( melaksanakan seluruh fungsi pemasaran ). Dan pedagang besar dengan fungsi terbatas ( melaksanakan satu atau beberapa fungsi pemasaran ).
2. Pengecer; sangat berfungsi karena berhubungan langsung dengan konsumen akhir. Jenis-jenis pengecer: General Merchandise Store ( menyediakan berbagai macam barang ), Single Line Store ( menyediakan barang-barang menurut kelompok barangnya ), Speciality Store ( menjual barang dengan jumlah yang terbatas )
3. Agen; adapun jenis-jenis agen yaitu agen penjualan, agen pembelian, agen pengangkutan.

JUMLAH PERANTARA DALAM SALURAN
1. Distribusi Intensif; menggunakan sebanyak mungkin penyalur ( jenis barang konvinien dan barang industri )
2. Distribusi Selektif; menggunakan sebatas penyalur dan untuk daerah geografis tertentu ( jenis barang shipping atau spesial ).
3. Distribusi Eksekutif; menggunakan hanya satu penyalur ( jenis barang industri jenis instalasi ).
DISTRIBUSI FISIK
Dipakai untuk menggambarkan luasnya kegiatan pemindahan suatu barang ke tempat dan waktu tertentu. Pada pokoknya, dua masalah penting dalam distribusi fisik yaitu pengangkutan dan penyimpanan.
1. Pengangkutan; pemindahan barang melalui suatu jalan atau jalur yang biasa diserahkan pada agen pengangkutan dengan dua cara, yaitu;
a. Penggolongan sesuai dengan metode pengangkutannya; dengan truk, kereta apai, pipa, pesawat udara, dan kapal.
b. Penggolongan sesuai dengan bentuk hukumnya; agen pengangkutan umum ( common carrier), agen pengangkutan kontrak ( contract carrier ), agen pengangkutan sendiri ( private carrier ), perantara pengangkutan ( freight forwarder ).
2. Penyimpanan; perusahaan dapat menyewa fasilitas yang disebut dengan gudang umum ( public worehouse).
PENENTUAN HARGA
ARTI PENTINGNYA HARGA
Harga adalah sejumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya. Salah satu prinsip manajemen dalam penentuan harga adalah menitikberatkan pada kemauan pembeli untuk harga yang telah ditentukan dengan jumlah yang cukup untuk menutupi ongkos-ongkos dan menghasilkan laba.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT HARGA
1. Keadaan Perekonomian
2. Penawaran dan Permintaan; menurut teori, harga akan ditentukan pada suatu titik pertemuan antara kurve permintaan dan kurve penawaran.
3. Elastisitas Permintaan; sifat permintaan pasar. Adapun yang dikenal dengan istilah: inelastis ( perubahan harga untuk perubahan yang kecil terhadap volumenya ); elastis ( perubahan harga untuk perubahan yang semakin besar terhadap perubahan volumenya ); unitary elasticity ( perubahan harga akan mempengaruhi perubahan volume dengan proposional yang sama ).
4. Persaingan; persaingan tidak sempurna, oligopoli, monopoli.
5. Biaya; dasra penentuan harga
6. Tujuan Perusahaan; laba maksimum, volume penjualan tertentu, penguasaan pasar, kembalinya modal dalam waktu tertentu.
7. Pengawasan Pemerintah
METODE-METODE PENETAPAN HARGA
1. Penetapan Harga Biaya Plus ( Cost Plus Pricing Method );
Biaya Total + Marjin = Harga Jual
2. Penetapan Harga Mark Up ( Mark Up Pricing Method )
Harga Beli + Mark Up = Harga Jual
3. Penetapan Harga Break Even ( Break Even Pricing Method )
Biaya Total = Biaya Tetap + Biaya Variabel. Penghasilan Total adalah jumlah penerimaan yang diterima oleh perusahaan dari penjualan produknya.
4. Penetapan Harga dalam Hubungannya dengan Pasar; harga tidak didasarkan oleh biaya tetapi justru harga yang menentukan biaya bagi perusahaan.
POLITIK PENETAPAN HARGA
1. Penetapan Harga Psikologis; untuk penjualan barang tingkat pengecer.
2. Price Lining; lebih banyak digunakam oleh pengecer daripada pedagang besar atau produsen.
3. Potongan Harga; pengurangan dari harga yang ada ( discount ). Contohnya ; potongan kuantitas, potongan dagang, potongan tunai, potongan musiman.
4. Penetapan Harga Geografis; pertimbangan ongkos angkut dan ongkos kirim. Diantaranya F.O.B Tempat Asal ( Point of Origin ) dimana ongkos angkut ditanggung pembeli, dan F.O.B Tujuan ( Destination ) dimana ongkos angkut ditanggung penjual beserta keamanannya.

PROMOSI DAN PERIKLANAN
PROMOSI
Merupakan suatu variabel yang digunakan oleh perusahaan untuk mengadakan komunikasi dengan pasar. Promosi dipandang sebagai arus informasi atau persuasi satu arah untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan pertukaran dalam pemasaran. Kegiatan promosi terdiri dari:
1. Periklanan; komunikasi non-individu, dengan sejumlah biaya, melalui berbagai media.
a. Tujuan Periklanan; menjual atau meningkatkan penjualan barang atau jasa. Atau ada tujuan lain dari periklanan salah satunya; mendukung program personal selling dan kegiatan promosi yang lain.
b. Jenis Periklanan; Periklanan Barang dan Periklana Kelembagaan.
c. Media Periklanan; Surat Kabar, majalah, Radio, Televisi Pos Langsung, Biro Periklanan.
PERSONAL SELLING, PROMOSI, PENJUALAN DAN PUBLISITAS
PERSONAL SELLING
Adalah interaksi antar individu, saling bertatap muka untuk menciptakan hubungan yang baik dalam pertukaran yang saling menguntungkan.
1. Proses Personal Selling
a. Persiapan Sebelum Penjualan
b. Penentuan Lokasi Pembeli Potensial
c. Pendekatan Pendahuluan
d. Melakukan Penjualan
e. Pelayanan Setelah Penjualan
2. Jenis Tugas Penjualan dan salesman
a. Trade Selling dan Merchandising Salesman
b. Missionary Selling dan Detailman
c. Technical Selling dan Sales Engineer
d. New Bussiness Selling dsn Pioneer Product Salesman
PROMOSI PENJUALAN
Promosi penjualan hanya menyangkut satu kegiatan promosi. Kegiatan ini membutuhkan alat-alat, seperti peragaan, pameran, demonstrasi, hafiah, contoh barang, dsb.

PUBLISITAS
Merupakan suatu kegiatan dalam promosi yang dilakukan melalui suatu media. Sering publisitas tidak bersifat objektif, ada yang sifatnya menjelek-jelekkan dan ada pula yang menyanjung-nyanjung.

bab 10 pengantar bisnis

BAB 10
PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS


PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS
 PENGERTIAN
Dalam istilah luas dan fundamental, produksi adalah pengubahan bahan-bahan yang berasal dari sumber menjadi apa yang diinginkan oleh konsumen yang dapat berupa barang atau jasa. Dalam hal ini, arti produksi lebih luas dari apa yang dinamakna manufaktur. Disini, suatu perusahaan dapat bekerja sama dengan pedagang, pengecer, dan lembaga-lembaga lain yang menyediakan jasa. Dari situ, kita dapat melihat, bahwa perusahaan bisnis adalah organisasi / lembaga yang merubah keahlian dan material menjadi barang atau jasa yang ditujukan untuk memuaskan konsumen, serta diharapakan dari kegiatan tersebut dapat menghasilkan laba.
Serinh kali orang menanggap bahwa produktivitas itu adalah fasilitas produksi yang aktif. Dalam hal ini, produktivitas adalah suatu ukuran kasar yang menyangkut efektivitas penggunaan sumber-sumber yang efektif. Pada pokoknya, produktivitas adalah sebuah konsep yang menggambarkan tentang hubungan antara hasil dan sumber yang dipakai untuk menghasilkan hasil tersebut.

 PRODUKSI
Kegiatan produksi, pasti akan melibatkan bagian-bagian dalam perusahaan, jadi, tugas seorang manajer produksi adalah membuat keputusan-keputusan penting untuk mengubah sumber menjadi hasil yang dapat dijual. Keputusan-keputusan itu diantaranya;
1. Keputusan yang berhubungan dengan desain dari sistem produksi manufaktur.
2. Keputusan yang berhubungan dengan operasi dan pengendalian sistem tersebut, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

 SISTEM PRODUKSI MANUFAKTUR
Beberapa keputusan yang menentukan desain sistem produksi jang ka panjang, yaitu mengenai;
a. Desain produksi dari barang yang diproses ( pola, corak, dari barang dan jasa ).
b. Pemilihan / penentuan peralatan dan prosesnya ( peralatan yang akan dibeli untuk proses produksi dengan biaya yang minimum ).
c. Desain tugas ( pembagian tugas untuk kegiatan produksi sesuai dengan keahlian, kesehatan, dan biaya yang diperlukan ).
d. Lokasi dari fasilitas produksi ( penempatan fasilitas produksi/pabrik yang berkaitan dengan letak pasar sumber tenaga kerja dan material, serta pengawasan dan dampak yang ditimbulkan kepada lingkunagn ).
e. Layout dari fasilitas tersebut ( persiapan pabrik itu agar operasinya menjadi lebih efisien ).
Segala aktifitas tersebut sangat berkaitan dengan proses pengolahan yang dapat digolongkan ke dalam;
1. Sifat Proses Produksi, berdasarkan sifatnya, proses produksi dapat menjadi;
a. Proses ekstratif ( suatu proses produksi dimana sumber-sumber bahannya terdapat di alam ).
b. Proses analitik ( suatu proses pemisahan dari suatu bahan menjadi beberapa macam barang yang hampir menyerupai bentuk aslinya ).
c. Proses fabrikasi ( proses yang mengubah bahan menjadi beberapa bentuk ).
d. Proses sintetik ( metode pengkombinasian beberapa bahan ke dalam suatu bentuk produk ).
2. Jangka Waktu Produksi
a. Proses terus menerus ( continous process ), menunjukan suatu keadaan manufaktur dimana periode waktu yang lama diperlukan untuk menyiapkan segala peralatan dan mesin yang akan dipakai dan dibutuhkan dalam proses produksi. Istilah ini juga terdapat didalam industri yang hanya mempunyai satu saat operasi ( satu shift ) dan industri yang mempunyai kegiatan terus menerus tanpa berhenti selama periode waktu yang lama.
b. Proses terputus-putus ( intermittent process ), dimana mesin-mesin yang dipakai akan berhenti bekerja pada waktu-waktu tertentu.
3. Sifat Produk
a. Produksi standard, sering dihasilkan sejumlah barang untuk persediaan disamping yang dikirimkan kepada pembeli dan penyalur. Penggunaan produksi standard ini membutuhkan modal yang besar untuk;
1. Memelihara sejumlah persediaan.
2. Menyediakan fasilitas penyimpanan ynag memadai.
3. Menanggung resiko kemungkinan turunnya harga pasar, kejadian yang tidak diinginkan, dll.
b. Produksi pesanan, bilamana pembeli menghendaki adanya spesifikasi tertentu dari produk yang diinginkan.


KEGIATAN PRODUKSI

 GAMBARAN SEKILAS
Dalam masalah ini, tugas manajer produksi adalah;
a. Perencaan produksi.
b. Organisasi produksi.
c. Pengendalian produksi.
d. Pemeliharaan peralatan.
e. Pengawasan dan pemeriksaan kualitas.

 PERENCAAN PRODUKSI
Fungsi suatu produksi adalah manciptakan barang atau jasa sesuai dengan kebutuhan masayarakat pada waktu dan harga yang sesuai. Perencanaan produksi berkaitan dengan masalah-masalah pokok yang meliputi;
a. Jenis barang yang akan dibuat.
b. Jumlah barang yang akan dibuat.
c. Cara pembuatan.
Perncanaaa pertama adalah menentukan jenis barang yang akan dibuat. Ada 4 tahap yang akan dilakukan, yaitu;
a. Tahap pertama ( penentuan desain awal yang berupa desain spesifikasi dan syarat-syarat yang harus dipenuhi ).
b. Tahap kedua ( penentuan desain barang yang tepat ).
c. Tahap ketiga ( penentuan cara pembuatan ).
d. Tahap keempat ( pembuatan ).
Keputusan tentang jumlah barang yang akan dibuat dipengaruhi oleh perkiraan penjualan ( sales forecast ) dan sekaligus mempengaruhi penentuan jenis mesin/peralatan yang akan digunakan.
 ORGANISASI PRODUKSI
Besarnya organisasi suatu produksi yang diperlukan tergantung pada besarnya perusahaan dan kompleksnya proses pengolahan yang diinginkan. Perlu dicatat bahwa sub bagian pengawasan produksi dan sub bagian inspeksi merupakan bagian yang berdiri sendiri, meskipun keduanya berada di dalam bagian produksi.

 PENGENDALIAN PRODUKSI
Production Control merupakan serangkaian prosedur yang bertujuan mengkoordinir semua elemen proses produktif ( pekerja, mesin, peralatan, dan material ) ke dalam suatu aliran yang akan memberikan hasil dengan ongkos minimum terkecil dan waktu tercepat.
Pengendalian produksi diantaranya;
a. Jenis-Jenis Pengendalian Produksi , ada dua macam pengendalian produksi, yaitu Order Control ( digunakan hanya pada waktu menerima pesanan-pesanan dari pembelinya ) dan Flow Control ( digunakan untuk persediaan dan dimaksudkan untuk mempercepat pengiriman barang ).
b. Tahap-Tahap Dalam Pengendalian Produksi, perencanaan, routing ( menentuka urutan-urutan dari proses produksi ), scheduling, dispatching ( perintah untuk melakukan kegiatana produksi yang ditulis dalam dispatch sheet yang berisi jenis barang, jumlah, desain, ukuran, bahan yang dipakai, mesin dan peralatan, petugas, kapan dimulai dan selesai, tujuan penjualan kepada siapa ).
Analisis Jaringan Kerja : Metode Jalur Krisis dan PERT
Analisis Jaringan Kerja adalah merupakan tehnik yang berkaitan dengan masalah penetapan urutan pekerjaan yang diarahkan untuk meminimumkan waktu dan biaya yang diperlukannya pun minim.
Analisis jaringan kerja kita sering disebut dengan Metode Jalur Kritis ( MJK ). Analisis ini berguna terutama untuk menggambarkan elemen-elemen dalam situasi yang kompleks yang bertujuan untuk mendesain, merencanakan, mengkoordinasi, mengendalikan, dan mengambil keputusan. Dalam PERT, ada anggapan yang menyatakan bahwa waktu untuk melaksanakan suatu kegiatan tidak menentu, sehingga digunakan optimis, pesimis, dan normal. Konsep dasar dari analisis kerja maupun MJK adalah;
1. Jaringan Kerja ( Network ), dua hal yang penting dan harus diketahui yaitu, aktivitas adalah kegiatan untuk menyelesaikan suatu bagian dari pekerjaan yang membutuhkan satu waktu tertentu. Dan kejadian adalah saat mula atau berakhirnya suatu aktivitas.
2. Jalur Kritis ( Critical Path ), adalah jalur terpanjang dalam menyelesaikan satu rangkaian pekerjaan sampai selesai. Jalur kritis ini memerlukan perhatian khusus, mengingat beberapa hal berikut;
a. Jalur ini menyoroti aktivitas-aktivitas yang dilakukan dalam waktu yang cepat.
b. Setiap penundaan pada setiap aktivitas yang masuk dalam jalur ini akan menyebabkan penundaan penyelesaian seluruh rangkaian pekerjaan.
c. Setiap perencanaan pendahuluan dan perbaikan jalur ini, memungkinkan terjadinya kritis pada semua jalur lain.
Aktivitas Semu ( Dummy )
Adalah suatu aktivitas dalam jaringan yang membutuhkan nol dalam satuan waktu dan menggambarkan hubungan suatu kejadian yang lebih dahulu dengan dua event berikutnya meskipun tidak saling berkaitan.
Keterbatasan –Keterbatasan Metode Jalur Kritis
Faktor-faktor penting yang membatasi penerapan metode jalur kritis;
1. MJK mendasarkan diri pada asumsi bahwa penyelesaian aktivitas dapat diketahui dengan tepat pada setiap waktu, hal ini tentu saja tidak sesuai pada apa yg terjadi di negara kita.
2. MJK tidak memasukkan gagasan analisis statistik dalam menentukan perkiraan waktu.
3. MJK merupakan model perencanaan statik dan bukan alat kontrol yang dinamik.
Program Evaluation and Review Technique ( PERT )
Untuk mengatasi keterbatasan yang telah disebutkan diatas, konsep yang digunakan MJK adalah;
a. Teori Probabilitas ( memperhitungkan ketidak pastian masa yang akan datang ).
b. Gagasan Analisis Statistik ( memperkirakan standard penyimpanan waktu penyelesaian pekerjaan ).
c. Membuat yang baru sebagai alat kontrol yang dinamik.

Di dalam PERT digunakan 3 macam waktu perkiraan, yaitu;
a. Waktu yang paling optimis.
b. Waktu yang paling pesimis.
c. Waktu normal.
Dapat digunakan dengan rumus;
Wh = Wo + 4 Wn + Wp
6


 PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU
Bahan baku adaah suatu yang dominan dalam proses produksi, dimana, apabila persediaan dalam jumlah yang besar mengandunga banyak resiko;
a. Hilang dan rusak.
b. Biaya pemeliharaan dan pengawasan yang besar.
c. Usang.
d. Uang yang tertanam di persediaan terlalu besar.
Begitu pula bila terlalu sedikti, segala sesuatunya akan sulit dan serba kekurangan, oleh karena itu, hendak semuanya dapat dikatakan cukup. Jumlah persediaan yang tepat dapat ditentukan dengan jalan menghitung jumlah persediaan yang paling ekonomis yang dipengaruhi oleh besar kecilnya jumlah pemesanan. Jumlah pemesanan ekonomis dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor;
a. Jumlah kebutuhan bahan baku per tahun.
b. Biaya pemesanan.
c. Biaya penyimpanan.
d. Harga bahan baku.
Jumlah pemesana yang paling ekonomis dapat dihitung dengan menggunakan rumus;

JPEE = 2 X K X Bp
H X Bs

K = Jumlah Kebutuhan bahan baku per tahun.
Bp = Biaya pemesanan.
Bs = Biaya penyimpanan ( % )
H = Harga bahan baku per unit

 PEMELIHARAAN PERALATAN
Kerugian yang diderita oleh perusahaan karena kelalaian dalam pemeliharaan adalah;
a. Kerusakan peralatan yang sudah cukup parah.
b. Kerugian karena berhentinya sebagian atau keseluruhan proses produksi.
c. Kerugian karena keterlambatan pengiriman barang kepada konsumen.
d. Membayar claim.
e. Menimbulkan keengganan para pelanggan untuk kembali memesan ke perusahaan.
Kenaikan biaya pemeliharaan cenderung disebabkan oleh;
1. Selalu terjadi kenaikkan yang ajeg pada kecepatan pengoperasian peralatan.
2. Adanya kecenderungan untuk memasang alat kontrol otomatis dan alat-alat pembantu lainnya.
3. Peralatan baru biasanay lebih mahal.
Organisasi Pemeliharaan Peralatan
Terdapat dua sistem yang dapat digunakan untuk pengorganisasian pemeliharaan peralatan;
a. Di desantrilisir menurut pusat biaya atau departemen ( masing-masing bagian mempunyai seksi pemeliharaantersendiri.
b. Sentralisasi ( hanya memiliki satu bagian yang khusus menangani perbaikan dan pemeliharaan peralatan.
Adapun program dalam pemeliharaan peralatan;
a. Penyusunan perencanaan.
b. Mengatur jadwal waktu dan beban pekerjaan.
c. Mengatur kartu perintah kerja dan kartu pemeliharaan.
d. Mengatur penggunaan suku cadang.
e. Mengatur program latihan ( training ).
f. Mengatur distribusi waktu.

 PENGAWASAN KUALITAS DAN INSPEKSI
Terdapat 4 tahapan dalam pengawasan kualitas, yaitu;
1. Penentuan kebijakan tentang penetapan kualitas sesuai dengan tuntutan pasar ( konsumen ).
2. Tahap penentuan desain tehnis untuk mencapai target tuntutan pasar.
3. Tahap pembuatan.
4. Tahap penggunaan di lapangan.
Pengawasan Kualitas di dala Produksi
Pernedaan antara pengawasan dan inspeksi; inspeksi adalah penyusunan cara-cara pengaturan karakteristik kualitas dan memperbandingkannya dengan standard yang telah ditentukan. Sedangkan pengawasan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kapan, berapa kali dan berapakah jumlah barang yang akan diinspeksi.
Konsep probabilitas sangat memegang peranan dengan cara menetapkan perencanaan contoh ( sampel ) yang merupakan sarana untuk pengawasan kualitas barang-barang yang dihasilkan.
Bagan Pengawasan ( Control Chart )
Penyimpangan-penyimpangan yang sering terjadi dalam proses industri;
1. Penyimpangan-penyimpangan yang tidak dapat ditentukan.
2. Penyimpangan-penyimpangan yang dapat ditentukan. Dapat disebabkan oleh;
a. Perbedaan-perbedaan antara para pekerja.
b. Perbedaan-perbedaan antara mesin-mesin.
c. Perbedaan-perbedaan antara bahan baku ( material ).
d. Perbedaan karena interaksi dua atau ketiga faktor diatas.

LOKASI DAN LAYOUT PABRIK

 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENENTUAN LOKASI PABRIK

Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan tempat untuk pabrik baru;
a. Dekat dengan pasar.
b. Dekat dengan bahan baku.
c. Ongkos transport.
d. Penyediaan tenaga kerja.
e. Penyediaan sumber tenaga kerja.
f. Penyediaan sumber tenaga / energi.
g. Lingkungan sekitar.
h. Iklim.
 CARA PENENTUAN LOKASI PABRIK

a. Cara kualitatif ( mengadakan penilaian kualitatif terhadapa faktor-faktor yang dianggap memegang peranan pada setiap lokasi.
b. Cara kuantitatif
a. Cara yang sederhana.
b. Cara yang kompleks.
 LAYOUT FASILITAS PABRIK
Adalah pengaturan dan penempatan alat-alat, tenaga kerja, dan kegiatan-kegiatan di dalam produksi. Adapun tujuan pokok dari layout pabrik;
a. Untuk meminimumkan biaya pengangkutan dan penanganan.
b. Untuk mempercepat dan melancarkan arus bahan-bahan.
c. Untuk mendapatkan penggunaan ruang yang efisien baik bagi karyawan maupun untuk penyimpanan.
d. Untuk melakukan pekerjaan yang efisien.
e. Untuk memudahkan pengawasan pekerjaan bagi mandor.
Dalam hal ini, layout dibagi menjadi dua, yaitu;
1. Process Layout; penysunan fasilitas produksi ( mesin-mesin ) dimana mesin-mesin yang mempunyai fungsi sama ditempatkan pada tempat tertentu.
2. Prouct Layout; pengaturan mesin-mesin dalam pabrik sesuai dengan arus proses produksinya. Syarat-syarat;
a. Volume produksi cukup sesuai dengan kapasitas penggunaan mesin dan peralatan yang dipasang.
b. Permintaan cukup stabil.
c. Barang yang dihasilkan terstandardisir.
d. Komponen-komponen ( suku cadang ) dapat saling ditukarkan.
e. Penyediaan material yang ajeg.

November 18, 2010

tugas pengantar bisnis bab 8

BAB 8
GAMBARAN UMUM PEMBELANJAAN
 Arti Pembelanjaan dan Fungsi Manajer
Pembelanjaan dalam konsep lama adalah usaha untuk menyediakan barang. sedangkan konsep baru menyatakan bahwa pembelanjaan adalah suatu usaha yang menyangkut bagaimana suatu perusahaan mendapatkan dana, menggunakan dana, dan mendistribusikan laba. Pada prinsipnya, pembelanjaan menyangkut fungsi perusahaanyang berkaitan dengan pencarian dan penggunaan dana secara efektif dan efisien.
Secara ringkas, manajer keuangan itu bertanggung jawab baik mengumpulkan maupun mengeluarkan uang. Dalam suatu perusahaan, perusahaan wajib memelihara keseimbangan harta dan kewajiban demi kelangsungan hidupnya, diantaranya keseimbangan kuantitatif; keseimbangan nilai rupiah antar kekayaan dengan utang dengan syarat-syarat tertentu. Sedangkan keseimbangan kualitatif; keseimbangan antar elemen-elemenkekayaan dengan elemen-elemen utang dan modal perusahaan.
PENGGUNAAN DANA
 Gambaran Umum
Penggunaan dana dibagi kedalam dua penggolongan, yaitu pengguanaan jangka pendek dan penggunaan jangka panjang. Penggunaan jangka pendek menunjukkan bahwa elemen-elemen tertentu di harta perusahaan ( aktiva lancar ) diharapkan dapat ditukar dalam bentuk uang/kas dalam jangka waktu tidak lebih dari satu tahun. Sedangkan penggunaan dana jangka panjang dapat diakatakan sebagai contohnya adalah aktiva tetap, dimana elemen-elemen ini tidak dapat ditukar dalam bentuk uang tunai/kas dalam jangka waktu satu tahun.
 Penggunaan Dana Jangka Pendek
1. Kas
Yaitu sejumlah uang tunai yang ada dalam perusahaan yang diwujudkan dalam bentuk kas. Namun, kas tidak hanya digolongkan dalam bentuk uang tunai, ada juga cek. Dalam pengelolaan kas, seorang manajer keuangan wajib memegang prinsip umum, yaitu; meminimumkan jumlah kas yang diperlukan perusahaan, dan memaksimumkan jumlah dana untuk investasi yang dapat menghasilkan bunga. Jika perusahaan memiliki kewajiban yang harus dibayar, maka tentu saja perusahaan harus dapat membayarnya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, keadaan tersebut dinamakan likuid.
a. Aliran Kas
Pada mulanya, kas dapat ditimbulkan oleh adanya penjualan. Namun walaupun sebagian besar penjualan itu berupa tunai, tetap saja ada yang berupa kredit yang menimbulkan adanya piutang. Sebagian kecil piutang itu pasti ada juga yang tidak dapat ditagih yang masuk kedalam elemen piutang ragu-ragu. Dan bilamana piutang itu telah dibayar, maka akan masuk kedalam elemen kas. Itu adalah sebagian kecil dari aliran kas, masih banyak lagi kegiatan yang mempengaruhi keadaan kas. sebagian dari aliran kas yang keluar, terjadi dalam proses produksi dan terdiri atas pengeluaran biaya-biaya entah operasi maupun diluar operasi.
b. Anggaran Kas
Tanggung jawab seorang manajer keuangan dalam pengelolaan aliran kas berupa;
a. Membuat kepastian bahwa kas selalu tersedia bilamana diperlukan.
b. Memanfaatkan kas untuk memaksimumkan pendapatan bunga.

2. Surat-Surat Berharga
Seorang manajer keuangan dapat menginvestasikan aks kedalam surat-surat berharga untuk menungkatkan harta kekayaan perusahaan. Surat-surat berharga yang sedang beredar di Indonesia adalah sertifikat deposito ( certificates of deposit ) ; tanda bukti kewajiban membayar yang dikeluarkan oleh bank komersial.
3. Piutang
Piutang digunakan untuk mempertahankan pembeli-pembeli yang ada dan menarik pembeli-pembeli yang baru dengan cara memberikan kredit kepada pembeli. Piutang ini dapat mencapai 20% dari seluruh aktiva. Keputusan apakah perusahaan dapat memberikan piutang atau tidak adalah informasi-informasi tentang kemempuan pembeli membayar piutang. Pada umumnya, penjualan kredit ini berputar tidak sampai satu tahun, bahkan hanya beberapa minggu saja.
4. Persediaam
Perusahaan harus bisa memenuhi permintaan pembeli secara cepat, maka harus mempunyai investasi antara lain persediaan barang dalam proses, persediaan barang setengah jadi, persediaan barang jadi.
 Penggunaan Dana Jangka Panjang
Dalam perusahaan manufaktur, sebagian besar investasinya diwujudkan dalam bentuk aktiva tetap jangka panjang. Aktiva tetap tersebut dapat berupa;
1. Tanah; merupakan aktiva tetap dengan jangka waktu yang tidak terbatas.
2. Bangunan; perusahaan harus menentukan umurnya, dan setiap tahun perusahaan harus menyisihkan dana untuk biaya penyusutan atau depresiasi, dan depresiasi akan menentukan besarnya pendapatan bersih setelah pajak. Dengan kata lain, depresiasi akan menurunkan besar pajak yang harus dibayar.
3. Peralatan; dapat berupa mesin, peralatan angkut dalam pabrik, dan peralatan lain yang dipakai dalam proses produksi.
Kemudian, siapakah yang mempunyai wewenang untuk membeli aktiva tetap? Biasanya, pembelian yang menyangkut jumlah besar menjadi wewenang direktur, sedangkan jika pembeliannya menyangkut jumlah yang lebih kecil, menjadi wewenang manajemen yang ada dalam perusahaan.
 Analisis Investasi Aktiva Tetap
Analisis ini bertujuan untuk menentukan apakah investasi itu memebrikan kontribusi yang baik atau tidak untuk sebuah perusahaan. Terdapat tiga metode analisis investasi;
a. Metode net present value ( NPV )
b. Metode internal rate of return ( IRR )
c. Metode pay off period ( POP )
Metode NPV dan IRR mengukur efisiensi investasi dari aspek penggunaan uang, sedangkan metode ketiga POP mengukur efisiensi dari aspek waktu. Dan metode NPV dan POP menerapkan konsep time value of money ( bunga berbunga dari uang yang ditanamkan ) yang dipengaruhi oleh 3 faktor: nilai uang pada saat ini ( present value ), nilai uang yang akan datang, dan tingkat bunga ( tingkat rate of return ).
SUMBER DANA
 Macam – Macam Sumber Dana
Meskipun manajer keuangan dapat menciptakan dana melalui penambahan dana, namun setelah itu akan dihadapkan pada masalah pemilihan antara dana yang dipinjam ( modal asing ) dengan dana yang berasal dari pemilik perusahaan ( modal sendiri ) yang mempunyai perbedaan pada jangka waktunya, tuntutan terhadap kekayaan, dan hak bersuara dalam perusahaan, walaupun pada dasarnya sama-sama berasal dari luar perusahaan. Jika ditinjau dari asalnya, sumber dana perusahaan dapat dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu;
1. Berasal dari dalam perusahaan; pembelanjaan dengan sumber dana dari dalam perusahaan ( pembelanjaan intern ), yang meliputi: penggunaan laba perusahaan, penggunaan cadangan, penggunaan laba yang tidak dibagi/ditahan. Selain itu terdapat juga pembelanjaan intensif, yaitu menggunakan dana dari penyusutan aktiva tetap.
2. Berasal dari luar perusahaan; pembelanjaan dengan sumber dana dari luar perusahaan ( pembelanjaan ekstern ) yang meliputi: dana dari pemilik atau peserta ( pembelanjaan sendiri ),dana dari utang atau pinjaman ( pembelanjaan asing ).
 Pemilihan Sumber Dana
Masalah pemilihan sumber dana yang harus diatasi oleh perusahaan adalah mengusahakan keseimbangan agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Beberapa alternatif yang dapat dipilih;
1. Menggunakan dana intern saja
2. Menggunakan dana ekstern dengan menjual saham
3. Menggunakan dana ekstern dengan mencari pinjaman/kredit ( kredit jangka pa njang saja, kredit jangka pendek saja, atau keduanya )
4. Menggunakan dana ekstern dengan menjual saham dan mencari pinjaman
5. Menggunakan dana intern dan ekstern
 Sumber Dana Intern
Cara yang paling mudah untuk memenuhi kebutuhan perusahaan adalah dengan memenuhinya dengan harta sendiri. Namun, biasanya jumlahnya terbatas dan kurang menguntungkan jika dipakai sendiri, dana intern ini dapat diinvestasikan.
Apabila perusahaan mengalami peermasalahan ini, pemecahannya adalah menggunakan prinsip opportunity cost yaitu dengan memberikan beban bunga pada dana milik sendiri yang dipakai.
 Sumber Dana Ekstern
Sumber dana ekstern dapat berasal dari kredit dan modal sendiri dalam bentuk saham. Kredit dapat digoilongkan menjadi 2 kelompok, yaitu;
1. Kredit Jangka Pendek adalah kredit yang jangka waktunya tidak lebih dari setahun, diantaranya: kredit rekening koran, kredit belening, kredit wesel, kredit penjual, kredit pembelian, dan aksep.
2. Kredit Jangka Panjang adala kredit yang jangka waktunya lebih dari satu tahun, diantaranya: hipotik, obligasi, kredit bank, dan kredit dari negara lain .
 Optimisasi Modal
Untuk menentukan apakah sebaiknya perusahaan mengambil kredit jangka panjang atau kredit jangka pendek, perusahaan harus memperhatikan beberapa faktor, yaitu:
1. Bunga kredit jangka pendek, biasanya, beban bunga kredit jangka pendek > beban bunga kredit jangka panjang.
2. Bunga kredit jangka panjang
3. Bunga simpanan bank; bunga yang diterima dari bank apabila menyimpan uangnya di bank.
4. Jangka waktu pemakaian modal; bisa beberapa bulan atau bisa lebih dari satu tahun.
5. Jangka kritis; jangka waktu dimana penggunaan modal asing jangka pendek sama besar dengan apabila perusahaan menggunakan modal asing jangka panjang. Jangka kritis ini dapat dihitung dengan;
X= Kpj – Bs x 360 hari atau 12 bulan
Kpd - Bs
Dimana;
X = Jangka Kritis
Kpj = Bunga Kredit Jangka Panjang
Kpd = Binga Kredit Jangka Pendek
Bs = Bunga Simpanan Bank
Adapun asumsi dlam rumus tersebut;
Kpd > Kpj > Bs
Adapun kriteria yang dapat dipakai oleh perusahaan dalam menetukan kredit apakah yang akan diambil;
a. Jangka Kritis; apabila jangka waktu penggunaan modal > jangka kritis, maka kredit jangka panjang. Dan sebaliknya, jangka waktu penggunaan modal < jangka kritis, maka kredit jangka pendek. b. Beban Bunga; dari segi beban bunga, manakah yang lebih rendah, itulah yang dipakai.  Kredit Lembaga Keuangan Kredit yang diminta oleh perusahaan akan diterima apabila perusahaan tersebut dianggap “layak” untuk diberi. Kelayakan tersebut dapat dinilai dari 4C, yaitu: 1. Capital; perusahaan harus memiliki sekurang-kurangnya 25% dari jumlah kredit. 2. Capability; kemampuan perusahaan untuk mengangsur atau mengembalikan pinjaman dan membayar bunga. 3. Collateral; jaminan yang berupa harta perusahaan yang termasuk harta tetap yaitu sekurang-kurangnya 150% dari jumlah kredit. 4. Character; sifat dari pimpinan perusahaan karena diolah yang bertanggung jawab terhadap pengembalian kredit.  Kredit Kelayakan Keputusan Presiden no. 14A dikeluarkan untuk membantu pengusaha golongan ekonomi lemah. Jaminannya tidak harus dengan aktiva tetap, tetapi cukup dengan surat perintah kerja ( SPK ) dari pemberi kerja ( bouwheer ). Besarnya jredit juga terbatas, yakni hanya 30 % dari kontrak kerja yang ditandatangani.  Likuiditas dan Solvabilitas Untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangannya, kreditur dapat melihat nerasa perusahaan dengan alat ukur “ likuiditas dan solvabiulitas “. 1. Likuiditas; kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya setiap saat. Pada pokoknya, kewajiban-kewajiban yang harus dapat dipenuhi oleh perusahaan: a. Mampu membayar utang-utangnya pada setiap saatnya ditagih atau bila telah jatub tempo, yang disebut “ likuiditas badan usaha “. b. Mampu membiayai operasi perusahaan sehari-hari, yang disebut “ likuiditas perusahaan “. Untuk menentukan likuiditas, dapat digunakan rumus; a. Current Ratio; Aktiva lancar : Utang lancar b. Quick Ratio ; Aktiva lancar - Persediaan Utang lancar 2. Solvabilitas; kemampuan suatu perusahaan untuk membayar semua utangnya saat perusahaan tersebut dibubarkan. Dapat digunakan rumus: Total Aktiva Total Utang Dengan demikian, jika ditinjau dari likuiditas dan solvabilitas, perusahaan memiliki beberapa kemungkinan, yaitu: a. Solvabel – likuid b. Insolvabel – likuid c. Solvabel – ilikuid d. Insovabel – ilikuid  Rentabilitas Secara umum; kemampuan menghasilkan laba dari sejumlah dana yang dipakai untuk menghasilkan laba tersebut dapat juga dipakai sebagai alat pengukur dalam pengambilan keputusan tentang masalah financial leverage yaitu masalah apakah dalam memenuhi kebutuhan dana perusahaan akan menggunakan modal asing ataukah modal sendiri. Adapun macam-macam rentabilitas; a. Rentabilitas Ekonomis Kemampuan untuk menghasilkan laba dari keseluruhan modal ( asing maupun sendiri ) yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut b. Rentabilitas Modal Sendiri Kemampuan untuk menghasilkan laba dari sejumlah modal sendiri yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut. Kedua jenis tersebut memiliki kaitan yang erat. Adapun kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan manakah yang akan diambil, yaitu; a. Apabila rentabilitas ekonomis < tingkat bunga modal asing, maka lebih baik menggunakan modal sendiri. b. Apabila rentabilitas ekonomis > tingkat bunga modal asing, maka lebih baik menggunakan modal asing.
Rentabilitas modal sendiri selalu diusahakan untuk selalu besar, karena akan menaikkan deviden.
PASAR SURAT-SURAT BERHARGA DAN PASAR MODAL
 Saham
Saham merupakan tanda penyertaan dalam perusahaan yang dapat dibedakan menjadi;
1. Saham Biasa ( Common Stock ), merupakan saham tanpa hak istimewa, artinya, para pemilik akan membagikan keuntungan ( deviden ) apabila perusahaan memperoleh laba.
2. Saham Preferen ( Preffered Stock ), merupakan saham dengan hak istimewa, yaitu; pembagian deviden yang didahulukan, pembagian deviden kumulatif, dan pembagian kekayaan yang didahulukan. Disamping itu, kelemahan saham ini adalah para pemegangnya tidak memiliki hak suara didalam rapat pemegang saham.
 Obligasi
Secara formal merupakan surat perjanjian utang yang sengaja dikeluarkan oleh perusahaan sebagai salah satu sumber dana ekstern. Sifat-sifat obligasi; dapat diperjual belikan, terdapat kewajiban untuk mengembalikan pokok pinjamannya, terdapat kewajiban untuk membayar bunga, terdapat jangka waktu yang pasti.
Jenis – Jenis Obligasi
Semua jenis obligasi dapat digolongkan berdasarkan faktor-faktor;
1. Sesuai dengan pihak yang mengeluarkan; obligasi umum ( pemerintah ) dan obligasi perusahaan ( perusahaan umum, jawatan, PT, dsb )
2. Sesuai dengan karakter jaminan; tanpa jaminan dan dengan jaminan
Selain itu, jenis-jenis obligasi yang lain; Coupon bond, Callabel bond, dan Convetrible bond.
 Pasar Modal
Sesuai dengan sifat saham, dapat diperjual belikan. Perusahaan yang akan menjual saham harus memenuhi syarat tertentu, salah satunya, tidak boleh menjual surat berharga langsung kepada masyarakat, akan tetapi harus melauli lembaga perantara.